SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA, UNTAIAN SEDERHANA NAMUN SARAT MAKNA
Tampilkan postingan dengan label Catatan Harian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Harian. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Mei 2014

Maza, Sumber Inspirasiku !




Maza. Putri pertamaku yang usianya kini menginjak empat tahun enam bulan. Sejak awal kelahirannya, aku banyak belajar tentang bagaimana menjadi ibu yang terbaik untuknya. Maklum, aku hidup merantau, jauh dari orang tua dan saudara. Jadi, segala sesuatu yang aku jalani, masih berupa trial and error. Mencoba-coba dengan guru berupa nasehat dari orang yang lebih berpengalaman, panduan buku-buku dan fasilitas internet. Dan, segalanya memang tidak mudah.

Di awal-awal kelahirannya, aku belajar cara memandikan bayi, mengganti popok, menyusui yang baik, dan segala hal yang memang harus dipelajari oleh seorang ibu muda. Dan, aku menyukai segala proses yang sungguh alamiah, belajar dari kesalahan untuk menjadi lebih baik.

Selasa, 06 Mei 2014

Makar Siapa ?




Hm, begini ceritanya. Siang tadi, ketika saya buka facebook melalui HP, ada sebuah status yang membuat saya cukup bingung memikirkan apa maksud dari status tersebut. Begini isinya :

“ Dengar kabar temanku mau pindah ke kota sebrang. Ya Allah, berikanlah kemudahan jalan padaku agar bisa segera pindah dari kota Solo ini .“

Kalau saya bukan merupakan bagian dari penduduk Solo, mungkin saya tidak akan sepenasaran itu. Tanpa fikir panjang lagi, saya pun membuka komentarnya yang hanya berisi dua buah komentar. Yang pertama, hanya salah seorang temannya yang menanyakan kabarnya, yang kedua, jawaban dari penulis status. 

Kamis, 05 Desember 2013

Menjadi Orangtua Protektif, Perlu ?

Tulisan ini adalah kisah nyata yang dialami oleh seorang ibu dan kemudian di share di sebuah grup parenting yang saya ikuti. Semoga bisa diambil hikmahnya. Dan, tulisan ini pas sekali dengan kegalauan saya beberapa waktu ini, akhirnya Allah membukakan jalan lewat tulisan ini, dan langsung saja saya share. 


Ditulis oleh Novelia Ummu Nayfah

—Baik dibaca para orang tua dan calon orang tua—

Nayfah, putri saya, bisa dibilang “anak pingitan”. Saangat jarang main keluar bersama teman-temannya kecuali saya mendampinginya. Saya tak peduli para tetangga mengatakan saya ”overprotektif” atau apalah. Saya hanya ingin perkembangan Nayfah bagus, tidak terpengaruh dengan pergaulan yang bisa membuatnya menjadi ”anak nakal”.

Jumat, 11 Oktober 2013

Kisah Inspiratif



 Kisah ini saya tuliskan bukan dalam rangka mengumbar aib siapapun dan tidak ada tujuan berlebihan, kecuali hanya untuk bertafakur, bahwa sesungguhnya segala kejadian di muka bumi ini hanya dengan izin Nya. Kun Fayakun. Dan semakin menyadarkan kita bahwa segala hal yang kita lakukan tidak pernah terlepas dari skenario pemilik jiwa, Rabb semesta alam.

Saya bercerita dengan menggunakan pov orang pertama dan hanya cerita singkat saja, mudah-mudahan bisa dijadikan bahan renungan untuk diri kita masing-masing.

************

Aku seorang ibu rumah tangga yang memiliki suami yang berusia 10 tahun lebih tua dariku. Suamiku adalah orang yang bertangan dingin pada bisnis yang digelutinya, di bidang property dan pemilik hotel.

Senin, 30 September 2013

Muslimah dan Syiar



Realita Kehidupan

Kehidupan akan terus berjalan, baik dengan atau pun tanpa kita. Mungkin, suatu saat akan terhenti jika Allah telah menggariskan sampai kapan kita akan menginjak bumi (dibatasi kematian). Dan, sampai sejauh mana bumi mampu didiami oleh milyaran populasi manusia (kiamat besar) yang selalu ada regenerasi, baik yang mati mau pun yang hidup. Secara logika, jika bumi terus berputar, dan kehidupan selalu bergulir, maka, kebaikan atau keburukan juga akan semakin berkembang. 

Tindakan kriminal seperti curanmor (pencurian kendaraan bermotor), bisa jadi belum ada pada 20 abad lalu. Kenapa ? Karena, di zaman tersebut, belum ada produk yang memudahkan manusia seperti halnya motor / mobil. Berbeda dengan saat ini, industri semakin banyak, teknologi terus berkembang, sehingga motif pelaku keburukan juga semakin beragam, yang mungkin juga di dukung oleh pemahaman agama yang rendah, tingkat pendidikan minim, juga pola asuh yang tidak sewajarnya. 

Juga sejak internet mulai merambah dalam kehidupan masa kini, betapa mudah seseorang mengakses situs-situs yang membuat dirinya berkubang dalam keburukan. Menyaksikan video porno, berfoto vulgar, lalu di upload pada jejaring sosial demi menarik perahatian orang lain, dan banyak peristiwa lainnya. Semua tentunya bertolak dari pemahaman agama masing-masing.

Tidak mustahil jika semakin maju suatu negara yang tidak didukung dengan sistem (latar belakang keluarga, kebijakan pemerintah, lingkungan sosialisasi) yang bagus,  maka kejahatan. Keburukan, akan terus mencuat. Propaganda kebathilan yang dikemas begitu cantik menawan hati membuat banyak orang terpikat. Bahkan berkolaborasi dengan kebaikan. Tampilan luar islami, baik, ternyata membawa misi keburukan. Tidak ada yang pernah menyangka. 

Kebaikan atau keburukan adalah suatu hal yang hitam-putih, jelas, dan tidak diragukan lagi. 

Imam Ibnu Majah meriwayatkan di dalam Sunannya, begitu pula Ibnu Abi ‘Ashim di dalam as-Sunnah hadits dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya ada di antara manusia, orang-orang yang menjadi kunci-kunci kebaikan, penutup-penutup keburukan. Dan ada juga sebagian orang yang menjadi kunci-kunci keburukan, penutup-penutup kebaikan. Maka beruntunglah orang yang Allah jadikan sebagai pembuka pintu kebaikan, dan sungguh celakalah orang yang Allah jadikan dia sebagai pembuka pintu keburukan.” (Hadits ini dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam ash-Shahihah [1332], diambil dari ‘Kaifa Takunu Miftahan Lil Khair’, karya Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr hafizhahullah, hal. 5). 

Menjadi wilayah abu-abu, mana kala, kita sebagai muslimah tidak jua merasa tergerak untuk ikut terjun dalam barisan penentang keburukan. Atau justru malah mengikuti keburukan yang telah lama berkembang.

 ----> to be continued

Minggu, 29 September 2013

Cerita Malam



Malam telah larut
Mengasingkan setiap insan dalam senyap,
Di peraduan pembawa mimpi bestari.

Sepi,
Melenakan manusia yang kerap berkhayal terlalu dalam
Namun tanpa ikhtiar yang maksimal.

Bila saja manusia bisa memutar hari,
Mungkin mereka akan selalu kembali ke masa lalu
Karena mereka akan selalu tidak puas
Pada masa depan yang tak jua cerah dalam persepsinya.

Dan bukankah alam juga bergerak mengikuti rotasi waktu?

Suatu saat di atas, tinggi sekali pada puncaknya
Satu kali, berada dibawah, seratus delapan puluh derajat
Benar-benar ringsek, tak perdaya.

Tapi, sekali lagi, posisi atas atau bawah, sama sekali rancu
Bukan atas persepsi ilmu manusia yang tidak mumpuni
Tapi persepsi sang Pemilik, yang lebih berhak menilai.

Biarlah hujan menemani kesenyapan dalam kegelapan,
Asal rintik itu tidak membasahi seluruh jiwa yang sedang mencari.

Mungkin, saat ini galau, resah dan gelisah kerap hadir dalam dinamika waktu
Yang  menurut sebagian orang adalah pertanda titik nadir kita.

Tapi,  aku tidak pernah percaya begitu saja,
Bahwa, kita tidak akan sampai pada titik bawah, jika kita ikhlas
Dalam kendali pemillik.
Bila kita sabar menjalani hari dengan ikhtiar yang super lengkap.

Ah, bulan mengilang dalam selimut mendung.
Tak ingin berusaha menduga,
Biar sajalah berjalan apa adanya
Yang terpenting ialah, bisa kembali bersemedi,
Terpekur dalam suasana nyaman
Dibelantara huruf dan kata yang  tergores dalam lembar putih yang cantik.

Kamis, 21 Maret 2013

Muslimah Wajib Melek Finansial



Khadijah ra, Potret Muslimah Masa Kini

Perkembangan zaman dewasa ini semakin pesat, serba bernuansa kapitalis, juga konsumtif. Sehingga mengharuskan seorang muslimah untuk tetap terus berusaha mensinergikan diri dalam keberlangsungan hidupnya. Namun, bukan berarti sebagai muslimah, kita langsung ikut tergerus dengan kondisi zaman saat ini, justru, dari peran muslimah lah semua keburukan zaman bisa di rubah sedikit demi sedikit. Salah satunya adalah kemampuan seorang muslimah untuk mengelola keuangan secara efektif dan terencana. 

Lihat saja kisah dari wanita terbaik yang disematkan Rasulullah kepadanya. Ya, Khadijah Binti Khuwailid ra yang pada masanya dulu menjadi wanita terkaya dengan perniagaannya. Etos kerja Khadijah sangat perlu diacungi jempol dan dijadikan teladan oleh para wanita masa kini. Bahkan, dari sepak terjang beliau yang begitu hebat di dunia bisnis, beliau mampu turut serta dalam membantu syiar suaminya ( Rasulullah ).