SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA, UNTAIAN SEDERHANA NAMUN SARAT MAKNA
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Mei 2014

Bertanya Tentang Apa ?



Kau tahu ?
Hujan merimbunkan dedaunan,
Menapaki asa, lalu menumbuhkan bunga aneka warna.
Hujan melengkapi  kesunyian
Menjelajahi  kepenatan
Hingga meninggalkan aroma harum pada tanah kering
Saat manusia melenggang meresapi makna kehidupan.

Minggu, 29 September 2013

Cerita Malam



Malam telah larut
Mengasingkan setiap insan dalam senyap,
Di peraduan pembawa mimpi bestari.

Sepi,
Melenakan manusia yang kerap berkhayal terlalu dalam
Namun tanpa ikhtiar yang maksimal.

Bila saja manusia bisa memutar hari,
Mungkin mereka akan selalu kembali ke masa lalu
Karena mereka akan selalu tidak puas
Pada masa depan yang tak jua cerah dalam persepsinya.

Dan bukankah alam juga bergerak mengikuti rotasi waktu?

Suatu saat di atas, tinggi sekali pada puncaknya
Satu kali, berada dibawah, seratus delapan puluh derajat
Benar-benar ringsek, tak perdaya.

Tapi, sekali lagi, posisi atas atau bawah, sama sekali rancu
Bukan atas persepsi ilmu manusia yang tidak mumpuni
Tapi persepsi sang Pemilik, yang lebih berhak menilai.

Biarlah hujan menemani kesenyapan dalam kegelapan,
Asal rintik itu tidak membasahi seluruh jiwa yang sedang mencari.

Mungkin, saat ini galau, resah dan gelisah kerap hadir dalam dinamika waktu
Yang  menurut sebagian orang adalah pertanda titik nadir kita.

Tapi,  aku tidak pernah percaya begitu saja,
Bahwa, kita tidak akan sampai pada titik bawah, jika kita ikhlas
Dalam kendali pemillik.
Bila kita sabar menjalani hari dengan ikhtiar yang super lengkap.

Ah, bulan mengilang dalam selimut mendung.
Tak ingin berusaha menduga,
Biar sajalah berjalan apa adanya
Yang terpenting ialah, bisa kembali bersemedi,
Terpekur dalam suasana nyaman
Dibelantara huruf dan kata yang  tergores dalam lembar putih yang cantik.

Minggu, 30 Desember 2012

Perjalanan Panjang




Waktu terus bergulir,
Menuai tanya,
Mengikis harapan
Akan sebuah pencarian sejati.

Banyak peristiwa yang telah terlampaui,
Banyak hikmah yang masih bisa terpetik,
Namun, seakan luapan memory negatif masih menyeruak,
 Menghentak-hentak dalam kalbu.

Ada perintah untuk memulai lembar baru,
Ada sapaan untuk melalui perjalanan sarat hikmah,
Dan ada senyuman untuk mengiringi hari.


Banyak manusia terlalu terlena dalam kilau
Kehidupan yang fana.

Banyak wanita terjerat dalam kebohongan harta.

Dan banyak aktifis dakwah bingung akan hakikat.

Berjalan seadanya, layaknya air mengalir, tanpa beban.

Banyak doktrin menyelubungi lingkup geraknya,
Tanpa tahu sebab  musababnya,
Tanpa tahu ilmu dan maknanya,
Tanpa tahu untuk apa dan bagaimana menjalankannya.

Untaian Kata Bukan Fatamorgana





Aku melukis bulan,
mewarnai kertas bergambar dengan
sapuan kuas yang tajam.

Bulu-bulu kuas meliuk-liuk,
menari, menertawakan diri
yang sedang meratap
pada manusia yang tak jua mencerahkan.

Menyesali ?