SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA, UNTAIAN SEDERHANA NAMUN SARAT MAKNA

Rabu, 25 September 2013

Pentingnya Menuntut Ilmu Bagi Seorang Muslim




Menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap muslim”. (Shahihul Jami’ 3913)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda:      

                Jika seseorang meninggal dunia maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara, yaitu : shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang shalih yang mendoakannya (kedua orang tuanya).” (HR. Muslim)
 
Keutamaan Ilmu Dalam Al Qur’an Dan As Sunnah

  1. Allah akan mengangkat derajat orang berilmu:
Artinya: “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-oran yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”. (Al Mujadalah:11)
 
2         2.   Ilmu adalah warisan para nabi
Rasulullah berkata:Artinya: “Ilmu adalah warisan para nabi, para nabi tidaklah mewariskan emas ataupun dirham, akan tetapi mewariskan ilmu, barang siapa yang mengambilnya maka telah mengambil bagian yang banyak”. (Shahihul Jami Al Albani : 6297)

Refleksi Pendidikan Buah Hati

Curhat emak-emak, pagi-pagi....

Ya, benar kalau dikatakan bahwa, kebaikan apa pun harus terus diasah agar tetap terjaga motivasinya. Dan, itu terjadi pada diri saya sendiri.

Sepakat tidak, kalau mengajarkan / mendidik anak adalah suatu kebaikan ?

Kalau sepakat, yuk, kita sama-sama introspeksi diri. Sudahkah kita mampu istiqomah, konsisten, dalam memaksimalkan diri dalam mendidik anak-anak kita ?

Tepatnya, si Ibu harus terus belajar dan memotivasi diri untuk menularkan pelajaran (ilmu) yang kita miliki pada anak-anak kita.

Ujian Bagi Orang Beriman

Ringkasan Materi Kajian



Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman: "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami lah kamu dikembalikan." (QS. Al-Anbiya’: 35)

Bentuk Ujian 

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman: "Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun” Artinya: Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada –Nya lah kami kembali. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk."( QS. Al-Baqarah: 155-157).

Senin, 27 Mei 2013

Percobaan " Snack Maker "

Alhamdulillah, akhirnya gairah nge-baking muncul lagi setelah pembelian 'snack maker' kemarin itu. Awalnya memang agak bingung, akan jadi kue apa dengan alat ini. Dan bingung juga cara pakainya, perlu dioles mentega atau nggak. Tapi, teori tidak akan pernah terbukti kalau belum ada praktek. Dan, akhirnya saya putuskan untuk berani gagal dengan langsung mencoba. Biar deh gagal, toh telur yang digunakan hanya 2 buah :)
 percobaan pertama membuat brownis panggang, proses pembakarannya hanya memakan waktu selama 10 - 15 menit.

Cake tape dengan bahan sederhana, matang selama 10- 15 menit.


Besok mulai percobaan baru, resep dan step menyusul ya.............:)

Jumat, 24 Mei 2013

Kata "Insya Allah" yang Mengecewakan




Jujur, saya sempat kecewa beberapa kali dengan orang-orang yang kerap kali mengucapkan kata “ insya Allah” namun akhirnya tidak jadi melaksanakan apa yang telah dijanjikan atau dikatakannya. 

Namun, ketika rasa kecewa itu muncul, selalu saya flash back dengan peristiwa diri saya sendiri di masa lalu. Sejak dulu, banyak orang terbiasa mengucpkan kata “ insya Allah” yang justru semakin menunjukkan keenganannya untuk memenuhi janji, undangan atau hal – hal lain yang bertujuan mengajak seseorang.

Dan, kata manis tersebut juga begitu ringan terlontar dari mulut saya, tanpa tahu makna dan konsekuensinya.

Rabu, 22 Mei 2013

Happycall Snack Maker

Sudah lama kangen banget pingin baking kue-kue. Lihat postingan teman-teman di grup masak, dan di wall FB bikin ngiler. Tapi, apa daya, motivasi lagi melempem untuk sekedar ambilin oven dan mixer yang asyik ngendon di lemari. hihi.... padahal sebelumnya sudah berusaha menggiatkan selera bikin kue dengan cara ikut kursus masak, namun, niat dan nyoba bikin kue hanya di awal-awal saja setelah kursus selesai. Intinya, balik lagi pada malasnya negeluarin perangkat-perangkat itu sih :D

Perkiraan saya (nyari-nyari sumber pencetus malas) mungkin karena belum punya alat masak baru kali, ya ? setelah pembelian cetakan egg roll terakhir kali. Pas ada uang dari hasil nulis naskah LKS, daripada habis untuk jajan dan boros beliin buku & baju-baju Maza, pingin juga manjain diri sendiri dengan nambah peralatan masak. Cari, cari, dan cari,kira-kira apa ya yang mau saya beli ?

Oven listrik ? ah, sayang, belum begitu perlu. Masih ada oven tangkring yang kapasitas lebih besar (2 rak) dan masih punya wonder pan. kefikiran juga beli wajan bolak-balik dg merk terkenal itu. Tapi, kira-kira buat apa ya ?

Jadi, akhirnya saya memutuskan untuk hunting alat masak. Saat ini belum tahu mau beli apa, jalan dulu deh. Setelah sampai di supermarket, lihat begitu banyak jenis alat masak yang bikin ngiler.... dan nemu wajan yang bisa dipakai untuk buat kue lumpur muffin, dengan lubang-lubang berukuran kecil. Wah, langsung kepincut, deh. Tapi, sepertinya lubangnya terlalu kecil, mungkin ada yang lebih besar.

Walau tidak terdisplay di rak pajangan, mata saya terus menelusuri rak-rak di bagian atas yang produknya masih berada di dalam kardus. Saya hanya menebak-nebak saja produknya seperti apa berdasarkan gambar-gambar di luar kardusnya. Da, yups ! Lihat wajan berlubang-lubang, ada yang 12 lubang dan 7 lubang. Akhirnya, diantara 2 itu, saya pilih yang 12 lubang. Segera panggil SPG, dan meminta tolong untuk menurunkannya.

 Ini nih penampakan Happycall yang baru dibel, mudah-mudahan setelah ini, keinginan baking yang lama ngendap bisa kembali bangkit dan terealisasi...hiihi..:D

Sabtu, 13 April 2013

Minggu Pertama tentang Penemuan Harta Karun


 banner8MIngguNGeblog


Mencintai lingkungan  sekitar tempat tinggal beserta orang-orangnya adalah sebuah keharusan. Karena, dari rumah kita bisa membangun peradaban masa depan. Dari rumah pula kita bisa mengokohkan tiang demi anak-anak masa depan. Salah satunya adalah dengan mengenali berbagai karakter tetangga di lingkungan rumah. Dan dalam pengenalan karakter tersebut, tak jarang, sunggingan senyum, raut kesedihan, bahkan tangis menyertai setiap perjalanannya.
Aku punya sebuah kisah unik dalam mengenali karakter dan kebiasaan sebuah keluarga. Aku anggap unik karena ini terjadi di sebuah perumahan yang kebanyakan berisi para pendatang dan keluarga muda bukan di sebuah perkampungan. Dan dengan kondisi warga pendatang seperti itu, biasanya akan cepat sekali terjadi crash dikarenakan perbedaan latar belakang pendidikan, budaya, dan pola hidup di keluarga sebelumnya. Ceritanya di suatu hari selepas maghrib.

****