SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA, UNTAIAN SEDERHANA NAMUN SARAT MAKNA

Jumat, 03 Desember 2010

Mengenal Manusia

Tulisan ini sebenarnya adalah ringkasan dari beberapa sumber yang saya ambil ketika saya mendapat tugas untuk mengisi materi di aktivitas ruhani pekanan, agar tidak lupa dan bisa dibaca-baca kembali saya terbitkan saja di blog ini.semoga semakin berguna untuk saya. dan ini belum mencakup semua kerangka materi tentang ma'rifatul insan, baru separuhnya saja, mungkin lain kali saya posting lanjutannya.


Ma'rifatul Insan
  1. Definisi Manusia

Sebagai khalifah dimuka bumi ini, manusia diberikan banyak keistimewaan dari sisi penciptaannya. Dilihat dari asalnya, manusia tersusun dari unsur bumi dan unsur langit. Unsur bumi, karena manusia berasal dari tanah. Unsur langit karena fisiknya sempurna, dan Allah meniupkan ruh kepadanya. Dari unsur tersebut, berdasarkan fungsinya, manusia disimbolkan dengan tiga unsur utama, yaitu hati (Tekad: qs. 3:159; 17:36; 18,29; 90.10), akal (Ilmu: 17, 36; 67:10) dan jasad ( amal: 9:105).dari ketiga unsur tersebut manusia diberikan amanah (qs. 33:72; 2:30) untuk mengemban misi dirinya dilahirkan kedunia ini, yaitu, untuk beribadah dan menjadi khalifah. Dari amanah yang dijalankan sesuai dengan fungsinya tersebut, manusia akan diberi balasan setimpal dari Allah (qs. 84:25; 16:97; 98:7-8)

  1. Hakikat manusia

Siapapun dia dan ada pada kedudukan apapun manusia, tetap harus mengetahui tentang hakekat dirinya. Agar bisa berlaku aadil terhadap dirinya, penciptanya, sesamanya, dan makhluk lain yg Allah ciptakan. Hakekat manusia yang harus dipahami adalah sebagai :

    1. Makhluk (makhluqun) : fithrah QS 30:30, lemah (dha’ifun) QS 4:28, bodoh (jahilun) QS 33:72, bergantung kepada pihak lain (faqirun) QS 35:15
    2. Dimuliakan (mukarramun): tiupan ruh dari Allah Swt (nafkhur-ruh) (QS 32:9). Allah juga memberinya keistimewaan QS 17:70, di antaranya adalah akal. Alam semesta ditundukkan Allah untuk manusia QS 45:12, QS 2:29, QS 67:15
    3. Mengemban tugas (mukallafun) : ibadah QS 51:56 dan khilafah QS 2:30
    4. Berhak memilih (mukhayyarun) (QS 90:10, QS 76:3, QS 64:2, QS 18:29). beriman kepada Allah atau justru kafir kepada-Nya.
    5. Mendapat imbalan (majziyun). surga untuk yang beriman (QS 102:8, QS 32:19, QS 2:25, QS 22:14) atau siksa neraka bagi yang kafir (QS 17:36, QS 53:38-41, QS 32:20, QS 2:24)
  1. Potensi Manusia

Manusia memiliki potensi diri (thaqatul insan) yang sangat besar (QS 67:23, QS 32:9, QS 16:78, QS 7:179, QS 22:46). Potensi itu terletak pada pendengaran (as-sam’u), penglihatan (al-basharu) dan hatinya (al- fuadu). Dengan ketiga potensi itu, ia dapat melakukan hal-hal besar yang tidak dapat dilakukan oleh makhluk lain yang tampak maupun tidak (ghaib). Potensi-potensi besar itu adalah amanah yang harus ia jaga dengan penuh tanggung jawab (al-masuliyah) (QS 2:21, QS 51:56). Jika manusia bertanggung jawab penuh terhadap potensinya, berarti ia amanah (al-amanah) (QS 33:72, QS 24:55, QS 48:29). Dengan amanah itulah ia mampu memerankan tugas khilafah di bumi. Sebagai khalifah ia harus memperhatikan prinsip :

  1. Tidak memiliki kekuasaan hakiki (‘adamu haqiqatul mulkiyah). Karena pemilik dan penguasa yang hakiki adalah Allah, Sang Pencipta alam semesta. Manusia hanya mendapat amanah mengelolanya (QS 35:13, QS 40:53).
  2. Bertindak sesuai kehendak yang mewakilkan (at-tasharrufu hasba iradatil mustakhlif). Sebagai khalifah (wakil) Allah di bumi, maka ia harus bertindak sesuai kehendak pihak yang mewakilkan kepadanya yaitu Allah (QS 76:30, QS 28:68).
  3. Tidak melampaui batas (‘adamul ta’addil hudud). Dalam menjalankan tugasnya, manusia tidak boleh melanggar batas-batas yang telah ditetapkan Allah dalam syariat-Nya (QS 100:6-11)

Jika manusia tidak bertanggung jawab terhadap potensi pada dirinya, berarti ia telah berkhianat (al-khiyanah), berkhianat kepada Sang Pemberi potensi. Wujud pengkhianatan tersebut diibaratkan dalam Alqur’an yaitu : seperti hewan ternak (qs.7:179; 25:43-44), seperti anjing (7:176), seperti monyet(5:60), kayu (63:4), babi (5:60), batu (2:74), laba-laba(29:41), keledai (62:5)

  1. Jiwa Manusia

Jiwa manusia diklasifikasikan menjadi tiga tingkatan, yaitu :

    1. Ruh diatas nafsu (qs.29:45; 3:191; 13:28; 89:27-30) yang lebih berorientasi pada dzikir sehingga akan menghasilkan kenikmatan tertinggi yaitu ketenangan jiwa.
    2. Ruh tarik menarik dengan hawa nafsu (qs.4:137; 4:143; 2:9; 75:2) yang berorientasi pada akal, berjalan seimbang sehingga lebih mendahulukan logika ketika akan melakukan amal sholih dan maksiat. Terkadang ada penyesalan dari setiap keputusan yang diambil.
    3. Ruh dibawah hawa nafsu (qs.25:43; 45:23; 3:14; 12:53). Kondisi jiwa seperti ini berorientasi pada syahwat, yang selalu mengarah pada perbuatan maksiat.

  1. Sifat Manusia

Sudah menjadi kodratnya manusia diciptakan dalam potensi yang saling bersebrangan didalam jiwanya, yaitu fujur(qs.103:1-3) dan takwa (qs.91:9; 87:14-15; 62:4). Dari sifat manusia yang telah dianugrahkan Allah tersebut, manusia diberikan pilihan untuk selalu mentaati Allah atau justru maksiat pada Allah. Mentaati perintah Allah dengan selalu melakukan Tazkiyatun Nafs / membersihkan diri (qs.91:9; 87:14-15; 62:4), yang akan melahirkan sifat-sifat syukur, sabar, penyantun, penyayang, penyabar, suka taubat, lemah lembut, jujur, terpercaya. Orang yang selalu menyucikan dirinya itu adalah orang yang sukses.

Orang yang cerdas adalah orang yang mampu mengendalikan hawa nafsunya dan beramal untuk hari sesudah mati (HR.muslim)

Sedangkan yang sebaliknya adalah Tadsiyatun Nafs, jiwa yang dibiarkan tazkiyah, akan melahirkan sifat yang buruk, yaitu : tergesa-gesa, keluh kesah, lalai, melampaui batas, pelit, ingkar, sulit, pembantah, aniaya, bodoh. Dan manusia yang memiliki sifat seperti ituadalah manusia-manusia yang merugi.

Orang yang lemah adalah orang yang memeperturutkan diri pada hawa nafsunya dan hanya berangan-angan terhadap Allah(HR.Muslim).

  1. Hakikat Ibadah

Allah berfirman (yang artinya), “Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat : 56).

Syaikhul Islam mengatakan, “Ibadah adalah melakukan ketaatan kepada Allah yaitu dengan melaksanakan perintah Allah yang disampaikan melalui lisan para rasul.” Beliau juga menjelaskan, “Ibadah adalah istilah yang meliputi segala sesuatu yang dicintai Allah dan diridhai-Nya, berupa ucapan maupun perbuatan, yang tampak maupun yang tersembunyi.”

Al-’Imad Ibnu Katsir mengatakan, “Makna beribadah kepada-Nya yaitu menaati-Nya dengan cara melakukan apa yang diperintahkan dan meninggalkan apa yang dilarang. Itulah hakikat ajaran agama Islam. Sebab makna Islam adalah menyerahkan diri kepada Allah ta’ala yang mengandung puncak ketundukan, perendahan diri, dan kepatuhan.” Selesai ucapan Ibnu Katsir.

Dapat disimpulkan bahwa :
Pertama; Ibadah adalah tujuan hidup kita
Kedua; Hakikat ibadah itu adalah melaksanakan apa yang Allah cintai dan ridhai dengan penuh ketundukan dan perendahan diri kepada Allah
Ketiga; Ibadah akan terwujud dengan cara melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya.

Dari ketiga hal tersebut, diharapkan ibadah yang dilakukan seorang mukmin adalah keseimbangan antara pengaharapan (roja’) dan ketakutan (khouf)Qs.7:55-56; 9:13; 33:39; 2:41; 21:90; 94:8.

Minggu, 14 November 2010

Cara Membuat Anak Jadi Genius


Bismillah...
Ini sebenarnya artikel dari website www.huteri.com yang saya dapat dari hasil browsing tentang anak Genius, bagus isinya, semoga bermanfaat untuk semua,amin.
*****************************************************************

Sebenarnya saya tidak terlalu tertarik untuk posting blog yang tidak ada gambarnya, karena kurang minat pembaca. Tapi aku buat pengecualian ini. Sebab telah banyak terjadi kesalahan persepsi yang mengatakan bahwa orang genius itu adalah faktor gen, itu adalah kesalahan besar.

Baca terus blog ini jika anda memiliki niat untuk berubah dan menghapus pikiran bahwa anda bukan keturunan orang cerdas..

Kemampuan matematika, musik atau cara berbicara dianggap sebagai bakat bawaan atau biologis dalam gen manusia. Tapi hal tersebut tidak sepenuhnya benar, karena bakat bisa diperoleh dengan latihan.

David Shenk, seorang penulis Amerika di bidang genetika, meminta orang untuk berpikir lagi jika mengatakan bakat atau kejeniusan seseorang berasal sepenuhnya dari gen alias keturunan.
Menurutnya, kecenderungan untuk mengatakan kemampuan tersebut adalah genetik (predisposisi) telah sangat dilebih-lebihkan. Pandangan ini menyebabkan terabaikannya potensi yang dimiliki dalam diri seseorang.

“Ada kesalahpahaman yang mendalam tentang sebuah prestasi besar. Gen tidak membatasi kita untuk biasa-biasa saja atau lebih buruk dari itu,” kata David Shenk, seperti dilansir dari Timesonline, Kamis (25/3/2010).

Jumat, 12 November 2010

Menjadi bidadari dunia dan surga




Maha suci Allah, yang telah menciptakan makhluknya begitu sempurna. Hanya kalimat tersebut yang bisa tertulis untuk memulai pembahasan ini. 

Gambaran bidadari dalam al qur’an : 
 
Qs. Ash-Shaaffaat [37]: 48-49 ;
Qs. Shaad [38]: 52 ;
Qs. Ar rahmaan:56, 70, 74, 72, 76
Qs. Ath-Thuur [52]: 20 ;
Qs. Al-Waaqi’ah [56]: 22-23 ;
Qs. Al-Waaqi’ah [56]: 35-37

Gambaran bidadari dalam hadits : 

Di surga ada tempat pertemuan para bidadari. Mereka bersuara keras yang tidak pernah terdengar suara seperti itu oleh para makhluk. Mereka berkata ,”Kamilah wanita-wanita yang kekal, kami tidak binasa. Kamilah wanita-wanita yang merasakan kesenangan, maka kami tidak sengsara. Kamilah wanita-wanita yang ridho, maka kami tidak akan marah. Beruntunglah orang yang menjadi milik kami dan kami menjadi miliknya”(HR.tirmidzi)

Renungan Pribadi

Renungan Pribadi
By: asysyifa azzam


Waktu terus bergulir,

Menuai tanya,

Mengikis harapan

Akan sebuah pencarian sejati.


Banyak peristiwa yang telah terlampaui,

Banyak hikmah yang masih bisa terpetik,

Namun, seakan luapan memory negatif masih menyeruak

Menghentak-hentak dalam kalbu.


Ada perintah untuk memulai lembar baru,

Ada sapaan untuk melalui perjalanan sarat hikmah,

Dan ada senyuman untuk mengiringi hari.


Banyak manusia terlalu terlena dalam kilau

Kehidupan yang fana.


Banyak wanita terjerat dalam kebohongan harta.


Dan banyak aktifis dakwah bingung akan hakikat.


Berjalan seadanya, layaknya air mengalir, tanpa beban.


Banyak doktrin menyelubungi lingkup geraknya,

Tanpa tahu sebab musababnya,

Tanpa tahu ilmu dan maknanya,

Tanpa tahu untuk apa dan bagaimana menjalankannya.


Biarkanlah mereka berjalan seadanya,

Namun jangan biarkan mereka berjalan tanpa cahaya.


Yang akan sedikit menerangi,

Yang bisa membantu menemukan hakikat,

Sebuah perjalanan sesungguhnya.


Tugas kita masih banyak,

Amanah masih bergelayut dipundak,

Bukan untuk mencapai prestasi individu,

Bukan untuk egoisme golongan,

Namun untuk kemaslahatan umat,

Ketentraman kehidupan dunia,

Kebahagiaan negeri akhirat.


Semua tak bisa tercapai, manakala kubangan dan jurang

Masih terlalu luas.


Kubangan dari diri kita sendiri,

Yang masih menikmati dunia terlalu dalam,

Yang masih memijakkan kaki dibumi tanpa paham maknanya.

Laksana kerbau dicocok hidung.


Bangun dan bangkitlah!

Masih ada pekerjaan lain yang masih dan wajib diselesaikan

Untuk akhirnya pasrah akan ketentuan Rabbul Izzati,

Akan menuju dan ditempatkan dimana kita dan amanah-amanah kita kelak.


Sesungguhnya Allah tidak akan melihat hasil,

namun melihat seberapa besar usaha kita.



by: bunda


Rabu, 10 November 2010

Antara Gengsi Dan Sok Tahu



Hm…membaca dan mendengar judul diatas seakan membuat kita tertawa geli. Memang menyebalkan bila bertemu dengan sosok seperti itu. Tidak perlu jauh-jauh memandang semut yang jauh, tapi pandanglah diri kita yang kerap kali bertingkah seperti itu. Pola sok tahu seperti itu bisa terjangkiti diseluruh aspek kehidupan kita. Apa sih sok tahu itu? Sok itu berarti sombong, merasa lebih dari orang lain. Jadi, sok tahu berarti merasa kita lebih tahu dari oranglain, minimal kita tahu-lah. Bagusnya orang ‘sok tahu’ ini, bila berada diantara orang – orang yang belum atau tidak tahu apa-apa. Jadi terkesan cerdas, pintar dan berilmu. Padahal, menyesatkan lewat pembentukan opini.

Senin, 08 November 2010


Iedul Fitri 2010, dirumah depok.
Taqobbalallahu minna wa minkum
mohon maaf lahir batin

Berbagi....



Persoalan hidup bukanlah sebuah akhir dari perjalanan. Terkadang permasalahan tersebut merupakan manifestasi dari sebuah keberhasilan bila seseorang dapat selalu mengambil hikmah yang terselip didalamnya. Ketika permasalahan tersebut bisa disikapi dengan fikiran yang positif, maka akhirnya pun akan baik dan bisa menularkan karakter positif juga pada oranglain. Ketika syukur selalu ada dalam kondisi suka maupun duka, maka sudah sepantasnyalah kita selalu mendekat pada Allah swt yang telah menganugrahi kepandaian kepada kita untuk selalu bersyukur dan menimba ilmu dari setiap peristiwa yang kita lalui. Dan tentunya, berbagi……..

Life is a choice


Kehidupan adalah sepenggal kisah atau drama yang penuh dengan warna. Seperti pelangi yang memendarkan berbagai macam warna, yang kita kenal dengan MEJIKUHIBIU. Merah, jingga, kuning, hijau, biru. Jika tidak ada perbedaan, tidaklah pantas pelangi disebut indah. Dan seperti itulah kehidupan. Indah, berliku dan berputar. Dikatakan indah, karena hidup memang indah, melenakan namun patut disyukuri. Dikatakan berliku, karena setiap manusia memiliki jalannya masing-masing. Berputar, karena memang itulah garis yang harus dilalui. 


Senang atau susah, kaya atau miskin, setiap orang pasti pernah merasakan dan itulah sunatullah yang harus dijalani. Mungkin saat ini kita masih bisa menikmati kehidupan kita dengan bahagia, bersama anak-anak, suami tercinta, tanpa terfikirkan adanya derita saudara-saudara kita yang tertimpa bencana gempa, banjir, tanah longsor, dan lain-lain.

Indahnya Komunikasi



Awalnya saya berfikir bahwa komunikasi melalui tulisan itu adalah komunikasi yang terbaik. Writting is everything. Menulis dan tulisan adalah segalanya. Pemikiran tersebut mengendap sejak saya remaja. Saya hobi membaca, senang mengamati, mempelajari gaya penulisan orang-orang terkenal, dari yang ringan sampai yang berbobot. Menurut saya kala itu, melalui tulisan segala aspirasi penulis bisa terpenuhi, bisa tersampaikan dan dimengerti oleh pembaca.

Resep Pizza Praktis


Bahan roti:

300 gr terigu segitiga
½ bungkus fermipan
1 butir telur,kuning saja
3 SDM mentega ditambah minyak goreng 3 SDM
200 ml susu cair

Bahan isi :
1 buah bawang bombay, iris sesuai selera
2 buah sosis besar, iris
3 buah otak-otak ikan / bakso ikan,iris
2 bwang putih, garam
1 buah paprika, iris
Keju (selera) atau bisa ditambah bahan2 lain sesuai selera
Saus tomat dan saus cabai
bahan isi tersebut ditumis sampe matang,kecuali keju,dan saus2

Cara :
  • terigu + fermipan aduk sampai rata
  • + mentega aduk rata, + minyak aduk rata
  • + telur aduk rata, + susu aduk sampai benar2 kalis, kalau masih agak keras, tambahkan susu / minyak
  • Diamkan 15 menit, dalam posisi tertutup serbet
  • Sambil menunggu, tumis bwg putih+garam, masukan bawang bombay, sosis, otak2, paprika, sampai matang
  • Kalau sudah 15 menit, ambil adonan roti, uleni sekali saja, masukan kedalam loyang pizza / teflon(aq yang ukuran 24 cm ), ratakan, tusuk2 dengan garpu
  • Beri saus tomat sampai rata, lalu masukan bahan isi, beri saus tomat lagi, lalu masukan keju parut.
  • Tutup dengan menggunakan tutup yang rapat, masak dg api kecil selama 15 menit
  • Sajikan dengan menggunakan saus cabai,hmm yummy
Resep telah saya modifikasi dari resep asli roti pizza :)
Kalau yang mau pakai resep ini sertakan sumbernya ya......thank's before:)

Oh ya kalau mau resep terbaru pizza praktis, dan sekaligus foto detail setiap tahap pembuatannya, bisa dilihat
di sini !

Jumat, 23 Juli 2010

Bolu Coklat Minyak

cari-cari resep bolu coklat,dapet deh resep ini... Kalo mau,silahkan dicoba ya.....

Bahan :
6 butir telur ayam
150 gr tepung terigu rendah kalori
50 gr coklat bubuk
200 gr gula pasir
200 cc minyak sayur kemasan (contoh Bimoli)
1 sdt emulsifier (pengembang)

Cara Membuat :
- Siapkan loyang tulban, olesi dengan mentega & terigu, sisihkan;
- Gula pasir + telur kocok sampai mengembang kaku;
- Masukkan terigu sedikit-demi sedikit, sambil diaduk rata;
- Masukkan minyak sayur, sedikit-demi sedikit, sambil diaduk rata;
- Masukkan dalam loyang, bakar hingga matang (bisa juga dikukus)