SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA, UNTAIAN SEDERHANA NAMUN SARAT MAKNA

Senin, 18 April 2011

Tetangga VS Ibu Rumah Tangga



Tetangga oh tetangga. Banyak hal yang sering kali saya risau dengan tetangga. Entah dari perilakunya, pemikirannya bahkan dari pembicaraannya. Perilakunya banyak yang tidak sesuai dengan idealisme saya, dan itu memang tidak bisa saya paksakan. Pemikirannya, masih pemikiran orang kebanyakan yang turun temurun mengikut tradisi. Apalagi pembicaraannya, masih dan hanya berkisar masalah ekonomi, kenakalan anak, menumpuknya pekerjaan, dan hal-hal sepele lainnya. Yang terkadang membuat pusing. 


Banyaknya masalah internal keluarga semakin bertambah penat dengan cerita-cerita tetangga yang berkisar itu dan itu saja. Ketika ada sedikit pemikiran yang agak berbeda dari tradisi turun temurun mereka, maka reaksinya adalah meremehkan, merasa digurui atau seakan masuk kuping kanan keluar kuping kiri. Terlihat sekali tipikal-tipikal orang yang tidak mau berkembang. Yang selalu melihat sesuatu hal hebat dari kacamata berfikirnya, hanya dari luar. Tanpa mau tau mengorek akar penyebab tumbuhnya kehebatan itu. Entahlah, racun individu itu mungkin lahir dari pola didik yang cenderung seadanya. Terkadang saya merasa jengah menikmati peran sebagai ibu rumah tangga, tatkala tidak ada suatu sarana yang memfasilitasi seorang ibu rumahtangga itu mengembangkan seluruh potensinya.

 Mungkin sarana dirumah sudah mulai tercukupi, mulai dari penyediaan buku-buku, teknologi seperti handphone, komputer, internet, dan lain-lain. Namun, sarana eksternal seperti lingkungan yang kondusif juga diperlukan untuk menciptakan suatu terobosan baru bagi para ibu rumah tangga. Agar komunitas yang ada ketika berkumpul bisa menghasilkan sesuatu hal yang produktif. Para ibu bisa saling share berbagi ilmu yang telah didapatkan setelah dibuat program-program produktifitas yang harus dicari dan diterapkan. 

Misalnya, ada suatu wadah sosial untuk para ibu rumah tangga yang ingin belajar dan berkembang. Dari keinginan yang sama tersebut, dibuatlah kesamaan visi dan misi para full time moms tersebut.setelah visi misi terbentuk, maka dibuatlah program dan jadwal yang sudah didesain untuk setiap orang sesuai dengan keinginan dan kemampuannya untuk mengembangkan diri. Jadi dalam wadah tersebut dibagi menjadi beberapa kelompok disesuaikan kebutuhan anggota kelompoknya berdasarkan skala prioritas. Ketika wadah tersebut sudah mulai berjalan, maka setiap anggota diwajibkan untuk menjalankan program dan jadwal tersebut. Dan waktu pertemuan ditentukan setiap beberapa minggu atau beberapa bulan. dalam pertemuan tersebut akan di share kan mengenai target program yang akan dicapai dan usaha dalam menjalankan program tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yang copas tulisan di blog saya, mohon sertakan link ya....thx...