SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA, UNTAIAN SEDERHANA NAMUN SARAT MAKNA

Sabtu, 30 April 2011

Percakapan Menjelang Tidur




Bunda : “Ayo maza, berdoa dulu mau bobo…”
Maza : “ Bismika Allahumma ahya wa bismikaa amuut.. amin bunda…”
Bunda : “Amin…”
Maza : “Ayah….amin…”
Ayah : “Amin….”
Maza : “ Cium Bunda…”
Bunda : “ anak sholihah, anak cerdas, anak pintar, anak sukses, anak rajin, sayang bunda, sayang ayah, sayang semua orang,amin.. I love you…” (sambil mencium pipi kanan,kiri, kening, sekaligus mendoakan).
Maza : “Ai yapu tu “ ( maksudnya I love you too), lalu berkata lagi “Ayah…cium…”
Ayah mencium sekaligus berdoa juga, hampir sama dengan doa bunda.
Subhanallah, mungkin percakapan kami bertiga menjelang tidur adalah hal yang terlalu sederhana untuk yang lain, tapi tidak untuk kami, terlebih diri saya sendiri. Saya yang berusaha untuk memulai menanamkan alam bawah sadar buah hati kami sebelum usia nya 1 tahun. Kini maza telah berusia 3 tahun. Saya mencoba mempraktekkan ilmu yang saya dapatkan melalui membaca. Dikatakan bahwa moment terbaik dalam penngasuhan anak yang sangat tidak boleh dilewatkan adalah saat bangun dan sebelum tidur ( mengantuk ). Karena pada moment tersebut terjadi perpindahan gelombang otak anak antara gelombang alpha dan beta. Pada gelombang ini, informasi mudah sekali masuk dalam fikiran anak, bahkan seperti tak ada batasnya. Ketika dalam kondisi mengantuk, pesan-pesan yang disampaikan orangtua akan mudah masuk dalam alam bawah sadar anak dan akan mempengaruhi kehidupan mereka dikemudian hari, maka berikanlah pesan-pesan positif.
Disamping itu ada hal luar biasa lain yang saya dapatkan dalam percakapan sederhana tersebut, yaitu :
1. Semakin menumbuhkan kedekatan hati antara saya, suami dan anak saya.
2. Percakapan tersebut adalah suatu ajang untuk mengekspresikan cinta dan kasih sayang orangtua pada buah hatinya, jadi anak semakin paham, bahwa orangtuanya amat menyayanginya sekaligus menjadi pembelajaran untuknya kelak ketika menjadi orangtua
3. Penanaman sugesti positif pada alam bawah sadarnya mampu memberikan stimulus positif juga pada perilaku buah hati saya, bahwa “ oo, aku anak sholihah ya, anak cerdas ya….,dlll”
4. Percakapan tersebut juga menjadi cambuk bagi saya dan suami untuk mengikhtiarkan dengan maksimal dalam mendidik buah hati sesuai dengan doa kita.
Dan mungkin masih banyak lagi hal-hal istimewa yang saya rindukan dalam moment-moment seperti ini.
Begitu juga di pagi hari ketika si kecil bangun, dari sejak lahir kami membiasakan diri untuk mengucapkan “Assalamualaikum.. sudah bangun anak sholihah…” sambil mencium nya, bagaimana pun posisi saya saat itu.
Dan hal seperti itu kami lakukan secara berkesinambungan. Subhanallah, dan itu semakin memberikan arti bagi kehidupan saya pribadi. Semoga saya bisa istiqomah, aamiin….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yang copas tulisan di blog saya, mohon sertakan link ya....thx...