SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA, UNTAIAN SEDERHANA NAMUN SARAT MAKNA

Jumat, 24 Mei 2013

Kata "Insya Allah" yang Mengecewakan




Jujur, saya sempat kecewa beberapa kali dengan orang-orang yang kerap kali mengucapkan kata “ insya Allah” namun akhirnya tidak jadi melaksanakan apa yang telah dijanjikan atau dikatakannya. 

Namun, ketika rasa kecewa itu muncul, selalu saya flash back dengan peristiwa diri saya sendiri di masa lalu. Sejak dulu, banyak orang terbiasa mengucpkan kata “ insya Allah” yang justru semakin menunjukkan keenganannya untuk memenuhi janji, undangan atau hal – hal lain yang bertujuan mengajak seseorang.

Dan, kata manis tersebut juga begitu ringan terlontar dari mulut saya, tanpa tahu makna dan konsekuensinya.


Namun, setelah saya mengetahuinya saat duduk di bangku sekolah menengah atas, saya menjadi lebih berhati-hati dalam menggunakannya. Jika memang ada kemungkinan saya tidak bisa hadir dalam suatu undangan atau ajakan, saya lebih enak mengatakan, “ lihat kondisi nanti ya, karena bla bla bla” atau langsung saya katakan bisa atau tidak bisa disertai dengan alasan tentunya jika itu adalah sebuah penolakan. 

Kenapa ? 

Karena sejak tahu bahwa konsekuensi kata “ insya Allah” itu sangat berat, saya menjadi sangat takut mengatakannya. Bahkan bisa dibilang, 99,9 % menjadi hal yang wajib untuk ditunaikan, kecuali bila memang benar-benar terhalang oleh sesuatu yang memang Allah menakdirkannya, contoh, kecelakaan, sakit mendadak, hujan deras, badai, dan hal-hal yang memang tidak memungkinkan untuk mengusahakan janji atau kedatangannya. 

Sebenarnya, apa sih makna insya Allah ? Dan bagaimana asbabun nuzulnya ? Kapan-kapan disambung lagi ya….:)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Yang copas tulisan di blog saya, mohon sertakan link ya....thx...