SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA, UNTAIAN SEDERHANA NAMUN SARAT MAKNA

Minggu, 29 Mei 2011

Berhati - hati lah Dengan Doa

Tulisan ini sekedar menceritakan suatu kejadian yang bisa dibilang penuh hikmah buat saya pribadi . Tentang kekuatan doa disaat terjepit.

Suatu hari saya dikabarkan dengan berita kedatangan “orang penting”. Bisa dibilang saya cukup terkejut kala itu. Dan ternyata yang terkejut tidak hanya saya, tetapi juga salah satu bagian dari kamar mandi saya, yang teramat vital. Ya, bagian vital tersebut ialah saluran pembuangan air kamar mandi, tiba-tiba saja mendadak mampet. Entah karena terkejut juga atau karena ngambek ya? hehehe….. 


Sebelum hari H, suami saya menjalani babak demi babak pertandingan seru, menaklukan saluran air yang mampet dengan berbagai cara, mulai dari cara halus dengan mencari, mengorek – orek, kalau - kalau ada kotoran yang membuatnya tersumbat, sampai dengan cara agak kasar, dengan memasukan selang yang dikucuri air sederas – deras nya, berharap penyumbatan tersebut segera hilang karena terbawa arus yang kencang, digelonggong ceritanya. 

Namun, usaha suami belum menampakkan hasil yang signifikan. Menyedihkan sekali. Ikhtiar sudah maksimal saya kira. Belajar dari kemampatan sebelumnya dan berhasil diatasi dengan hujan yang deras. Akhirnya saya berdoa “ Ya Rabb, saya sudah pasrah, tinggal esok, mudahkanlah, lancarkanlah saluran pembuangan itu, agar tamu saya nyaman menggunakan kamar mandi ini, berilah hujan yang besar sekali, agar penyebab mampetnya bisa segera hilang…” amin… doa seperti itu berkali-kali saya ucapkan lewat lisan, dan saya tekankan dalam hati. Tepat hari dimana sang tamu itu akan datang, ternyata hujan benar-benar turun dengan sangat deras, disertai petir. Seharusnya hari itu persiapan saya untuk membeli kebutuhan lain untuk sang tamu, karena tinggal menunggu waktu disore hari. Namun apa daya, hujan yang begitu besar, langganan jalanan yang banjir, mengharuskan saya dan suami hanya dirumah. Saya berharap saluran itu segera lancar kembali. 

Ketika sedang bercengkrama, selepas solat dzuhur, suami tergesa - gesa berlari kekamar mandi. Apa yang terjadi ? ternyata saluran yang mampet itu tidak mampu menampung air hujan dari paralon, yang kebetulan diletakkan di kamar mandi. Air membludak dari bawah, pasir, kotoran lainnya terangkat dengan cepatnya, dan ketinggian air pun melebihi pembatas lantai kamar mandi, meresap melalui celah celah pintu bagian bawah, mengalir semakin cepat dan tanpa kendali. Air mengalir keruang tv, menjelajahi dapur, bahkan kamar tidur. Masya Allah…. Aku teringat, inikah doaku ? bukannya lebih baik, malah semakin rumit. 

Ditengah keletihan kami mempersiapkan yang lain, kami masih harus gotong - royong mengatasi banjir internal saat itu. Begitu cepat. Sesekali saya terisak, menyesali doa saya, dan saya berdoa kembali. “Rabb, redakanlah hujan Mu, izinkanlah kami menjamu tamu kami tanpa banjir ini, redakanlah ya Allah…aku mohon…., ampuni aku ya Rabb…ampuni aku…” berkali-kali pula doa itu kupanjatkan sambil membersihkan genangan air yang sudah lumayan melebar. Tak lama, hujan itu reda, Allah kabulkan doa kedua saya itu. Pekerjaan kami juga bisa selesai. Terimakasih Rabbi…. Alhamdulillah kami ada dirumah ketika hujan deras itu, jadi masalah cepat teratasi, tidak bisa dibayangkan bila saat itu kami sedang berada diluar. Dan saya memang tidak ingin membayangkan. 

Hikmahnya untuk saya pribadi adalah kita harus berhati-hati dengan doa ketika dalam kondisi apapun, terlebih kondisi terjepit. Terkadang dalam kondisi tersebut, menghalangi kita untuk berfikir jernih, berdoa sedapatnya. Seharusnya doa yang saya ucapkan adalah minta solusi yang terbaik pada Allah untuk menyelesaikan saluran yang mampet itu. Namun doa saya seakan-akan memang hujanlah satu-satunya solusi untuk mengatasi kemampatan. Padahal hasilnya ? Nihil. Hujan besar itu tidak membuat saluran pembuangan lancar, justru menambah masalah baru, yaitu banjir. Jadi, seakan-akan memang saya lebih tau dari pemilik masalah dengan meminta solusi yang saya anggap cespleng, padahal tidak.

 Mengingatkan saya akan sebuah ayat Al-qur’an, QS 2: 216 yang artinya:
“...........Boleh jadi kamu benci kepada sesuatu, padahal itu baik buat kamu, bisa jadi kamu senang sesuatu padahal itu buruk buat kamu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui ”.

Saya menyadari begitu naifnya saya, saya mohon ampunan pada-Nya dan belajar agar lebih baik lagi dalam berdoa, lebih santun lagi dalam meminta, dan lebih tunduk lagi pada kekuatan-Nya. Subhanallah, sedikit kejadian yang membuat saya banyak mengambil hikmah dari sebuah kekuatan doa, sebuah kehalusan tutur kata dan kerendahan diri untuk berharap pada-Nya. Semoga Allah senantiasa mengampuni saya dan menjadikan saya manusia yang selalu belajar untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya, Aamiin.

 Wallahu a’alam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yang copas tulisan di blog saya, mohon sertakan link ya....thx...